Walaupun ada puluhan bahkan ratusan macam phobia (telah dibahas pada postingan sebelumnya), tetapi pada dasarnya phobia-phobia tersebut merupakan bagian dari 3 jenis phobia, yang menurut buku DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorder IV) ketiga jenis phobia itu adalah:
1. Phobia sederhana atau spesifik (Phobia terhadap suatu obyek/keadaan tertentu) seperti pada binatang, tempat tertutup, ketinggian, dan lain lain.
2. Phobia sosial (Phobia terhadap pemaparan situasi sosial) seperti takut jadi pusat perhatian, orang seperti ini senang menghindari tempat-tempat ramai.
3. Phobia kompleks (Phobia terhadap tempat atau situasi ramai dan terbuka misalnya di kendaraan umum/mall) orang seperti ini bisa saja takut keluar rumah.
Penyebab Phobia
Phobia dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Pada umumnya phobia disebabkan karena pernah mengalami ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah yang semuanya kemudian ditekan kedalam alam bawah sadar. Peristiwa traumatis di masa kecil dianggap sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya phobia.
Lalu bagaimana menjelaskan tentang orang yang takut akan sesuatu walaupun tidak pernah mengalami trauma pada masa kecilnya? Martin Seligman di dalam teorinya yang dikenal dengan istilah biological preparedness mengatakan ketakutan yang menjangkiti tergantung dari relevansinya sang stimulus terhadap nenek moyang atau sejarah evolusi manusia, atau dengan kata lain ketakutan tersebut disebabkan oleh faktor keturunan. Misalnya, mereka yang takut kepada beruang, nenek moyangnya pada waktu masih hidup di dalam gua, pernah diterkam dan hampir dimakan beruang, tapi selamat, sehingga dapat menghasilkan kita sebagai keturunannya. Seligman berkata bahwa kita sudah disiapkan oleh sejarah evolusi kita untuk takut terhadap sesuatu yang dapat mengancam survival kita.
Selasa, 08 November 2011
Rabu, 02 November 2011
Phobia
Phobia merupakan suatu mekanisme pelarian diri dari konflik-konflik bathiniah dari jiwa seseorang, misalkan Anda dulu mengalami peristiwa kebakaran, dan setelah itu Anda menjadi sangat takut dengan api, karena akan mengingatkan peristiwa kebakaran tersebut.
Phobia- phobia itu menyebabkan timbulnya ketakutan yang absurd dan tak masuk akal. Contohnya saya sendiri, entah mengapa saya sangat takut dengan kucing. Misalkan ada seekor anak kucing yang tidak mengancam ataupun berbahaya maka saya akan menghindari anak kucing tersebut. Aneh bukan, karena Tapi itulah phobia, hanya orang tersebut yang akan merasakannya sendiri.
Berikut nama-nama atau macam-macam phobia / fobia, yang mana yang merupakan ketakutan atau phobia Anda ?
- Takut Air = Hydrophobia,
- Takut Agama = Theologicophobia,
- Takut Alkohol = Methyphobia,
- Takut Amnesia = Amnesiphobia,
- Takut Anggur = Oenophobia,
- Takut Angin = Ancraophobia,
- Takut Angka 13 = Triskaidekaphobia,
- Takut Angka 8 = Octophobia,
- Takut Awan = Nephophobia,
- Takut Badut = Coulrophobia,
- Takut Bahan Kimia = Chemophobia,
- Takut Bangunan Tinggi = Batophobia,
- Takut Banjir = Antlophobia,
- Takut Bau Badan = Bromidrosiphobia,
- Takut Bau Busuk = Autodysomophobia,
- Takut Bawang Putih = Alliumphobia,
- Takut Bayangan = Sciaphobia,
- Takut Bebas = Eleutherophobia,
- Takut Belanda = Dutchphobia,
- Takut Benang = Linonophobia,
- Takut Berantakan = Ataxophobia,
- Takut Berbicara = Laliophobia,
- Takut Berdosa = Hamartophobia,
- Takut Berfikir = Phronemophobia,
- Takut Berita Baik = Euphobia,
- Takut Berjalan = Stasibasiphobia,
- Takut Berjanji = Enissophobia,
- Takut Binatang Liar = Agrizoophobia,
- Takut Binatang Melata = Herpetophobia,
- Takut Bintang = Astrophobia,
- Takut Boneka = Pediophobia,
- Takut Buku = Bibliophobia,(aneh yaa? sama buku kok takut?? phobia2 ??!),
Ilmuwan Barat Berbicara Tentang Islam
dakwatuna.com - Seorang ilmuwan dari Italia Kenneth Edward George berkata,
“Saya sudah mengkaji dengan sangat teliti agama-agama terdulu dan agama modern dewasa ini. Kesimpulannya adalah bahwa Islam agama langit yang yang benar. Kitab Suci ini mencakup kebutuhan materi dan immateri bagi manusia. Agama ini membentuk akhlak yang baik dan menjaga rohani agar tetap sehat.”
Profesor Inggris Mountaghmiri Watts berkata,
“Apa yang dipaparkan Al Qur’an tentang realitas dan fenomena alam yang sempurna menurut saya adalah di antara kelebihan dan keistimewaan Kitab ini. Yang jelas semua temuan dan ilmu pengatahuan yang didokumentasikan dewasa ini, tidak mampu menandingi Al Qur’an.”
Sejarawan Italia, Brands Johny Burkz mengatakan,
“Kesejahteraan dan kepemimpinan menjauh dari umat Islam dikarenakan mereka tidak mau mengikuti petunjuk Al Qur’an dan mengamalkan hukum dan undang-undang-nya. Padahal sebelumnya sejarah telah mencatat bahwa generasi awal Islam meraih kejayaan, kemenangan, dan kebesaran. Mmusuh-musuh Islam tau rahasia ini, sehingga mereka menyerang dari sisi ini. Ya, kondisi kehidupan umat Islam sekarang ini suram, karena tidak pedulinya umat ini terhadap Kitabnya, bukan karena ada kekurangan dalam Al Qur’an atau Islam secara umum. Yang obyektif adalah tidak benar menganggat sisi negatif dengan menghakimi ajaran Islam yang suci.”
Peneliti Prancis Gul Labum menyeru orang Eropa,
“Wahai manusia, kajilah Al Qur’an secara mendalam, sampai kalian menemukan hakekat kebenarannya, karena setiap ilmu pengetahuan dan seni-budaya yang pernah dicapai oleh bangsa Arab, pondasinya adalah Al Qur’an. Hendaknya setiap penduduk dunia, dari beragam warna dan bahasa mau melihat secara obyektif kondisi dunia zaman awal. Mengkaji lembaran-lembaran ilmu pengetahuan dan penemuan sebelum Islam. Maka kalian akan tahu bahwa ilmu pengetahuan dan penemuan tidak pernah sampai pada penduduk bumi kecuali setelah ditemukan dan disebarluaskan oleh kaum muslimin yang mereka eksplorasi dari Al Qur’an. Ia laksana lautan pengetahuan yang mengalir di jutaan anak sungai. Al Qur’an tetap hidup, dan setiap orang mampu meneguk sejuknya sesuai dengan kesungguhan dan kemampuannya.”
Ahli filsafat dari Prancis, Pranco Mari Pulter, menjelaskan perbedaan antara Injil dan Al Qur’an,
”Kami yakin, jika disodorkan Al Qur’an dan Injil kepada seseorang yang tidak beragama, pasti orang tersebut akan memilih yang pertama, karena Al Qur’an mengetengahkan pemikiran yang cocok dengan akal sehat. Boleh jadi tidak ada undang-undang yang lebih detail tentang masalah perceraian, kecuali undang-undang dan hukum yang telah di gariskan Al Qur’an tentang masalah ini.”
Seorang ilmuwan dari Inggris Fard Ghayum, Guru Besar Universitas London mengatakan,
”Al Qur’an adalah kitab mendunia yang memiliki keistimewaan sastra yang tinggi, yang terjemahnya saja tidak bisa mewakili tingginya sastra aslinya. Karena lagunya berirama khusus, keindahannya mengagumkan, dan pengaruhnya yang luar bisa terhadap yang mendengarkan. Banyak kaum nashrani Arab yang terpengaruh gaya bahasa dan sastranya. Begitu juga kaum orientalis, banyak di antara mereka yang menerima Al Qur’an. Ketika dibacakan Al Qur’an, kami orang-orang Nashrani terpengaruh, laksana sihir yang menembus jiwa kami, kami merasakan ungakapnnya yang indah, hukumnya yang orisinil. Keistimewaan seperti ini yang menjadikan seseorang merasa terpuaskan, dan bahwa Al Qur’an tidak mungkin ada yang mampu menandinginya.”
Knett Grigh, Guru Besar Universitas Cambridge memberi kesaksian,
”Tidak akan mampu seseorang sepanjang empat belas abad yang lalu, sejak diturunkannya Al Qur'an sampai sekarang ini, yang mampu membuat seperti ayat Al Qur’an, satu ayat sekalipun. Karena Al Qur’an bukan kitab yang dikhususkan untuk zaman tertentu, bahkan Al Qur’an ini alami yang akan terus berlangusng sepanjang zaman. Meskipun dunia dan kehidupan ini berubah, namun setiap manusia memungkinkan menjadikan al Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Mengapa Al qur’an lebih unggul dan menjadi pedoman hidup manusia sepanjang masa? Karena Al qur’an mencakup hal-hal yang kecil maupun urusan yang besar. Tidak ada sesuatu yang tidak diatur oleh Al qur’an. Saya yakin, bahwa Al Qur’an mampu mempengaruhi orang Barat, dengan syarat, Al Qur’an dibacakan dengan bahasa aslinya, karena terjemahnya tidak mampu memberi pengaruh kejiwaan dan rohani, berbeda dengan bacaan aslinya yang menggetarkan jiwa, meluluhkan qalbu.” (it/ut)
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2008/04/500/ilmuwan-barat-berbicara-tentang-islam/#ixzz1cXR53lky
“Saya sudah mengkaji dengan sangat teliti agama-agama terdulu dan agama modern dewasa ini. Kesimpulannya adalah bahwa Islam agama langit yang yang benar. Kitab Suci ini mencakup kebutuhan materi dan immateri bagi manusia. Agama ini membentuk akhlak yang baik dan menjaga rohani agar tetap sehat.”
Profesor Inggris Mountaghmiri Watts berkata,
“Apa yang dipaparkan Al Qur’an tentang realitas dan fenomena alam yang sempurna menurut saya adalah di antara kelebihan dan keistimewaan Kitab ini. Yang jelas semua temuan dan ilmu pengatahuan yang didokumentasikan dewasa ini, tidak mampu menandingi Al Qur’an.”
Sejarawan Italia, Brands Johny Burkz mengatakan,
“Kesejahteraan dan kepemimpinan menjauh dari umat Islam dikarenakan mereka tidak mau mengikuti petunjuk Al Qur’an dan mengamalkan hukum dan undang-undang-nya. Padahal sebelumnya sejarah telah mencatat bahwa generasi awal Islam meraih kejayaan, kemenangan, dan kebesaran. Mmusuh-musuh Islam tau rahasia ini, sehingga mereka menyerang dari sisi ini. Ya, kondisi kehidupan umat Islam sekarang ini suram, karena tidak pedulinya umat ini terhadap Kitabnya, bukan karena ada kekurangan dalam Al Qur’an atau Islam secara umum. Yang obyektif adalah tidak benar menganggat sisi negatif dengan menghakimi ajaran Islam yang suci.”
Peneliti Prancis Gul Labum menyeru orang Eropa,
“Wahai manusia, kajilah Al Qur’an secara mendalam, sampai kalian menemukan hakekat kebenarannya, karena setiap ilmu pengetahuan dan seni-budaya yang pernah dicapai oleh bangsa Arab, pondasinya adalah Al Qur’an. Hendaknya setiap penduduk dunia, dari beragam warna dan bahasa mau melihat secara obyektif kondisi dunia zaman awal. Mengkaji lembaran-lembaran ilmu pengetahuan dan penemuan sebelum Islam. Maka kalian akan tahu bahwa ilmu pengetahuan dan penemuan tidak pernah sampai pada penduduk bumi kecuali setelah ditemukan dan disebarluaskan oleh kaum muslimin yang mereka eksplorasi dari Al Qur’an. Ia laksana lautan pengetahuan yang mengalir di jutaan anak sungai. Al Qur’an tetap hidup, dan setiap orang mampu meneguk sejuknya sesuai dengan kesungguhan dan kemampuannya.”
Ahli filsafat dari Prancis, Pranco Mari Pulter, menjelaskan perbedaan antara Injil dan Al Qur’an,
”Kami yakin, jika disodorkan Al Qur’an dan Injil kepada seseorang yang tidak beragama, pasti orang tersebut akan memilih yang pertama, karena Al Qur’an mengetengahkan pemikiran yang cocok dengan akal sehat. Boleh jadi tidak ada undang-undang yang lebih detail tentang masalah perceraian, kecuali undang-undang dan hukum yang telah di gariskan Al Qur’an tentang masalah ini.”
Seorang ilmuwan dari Inggris Fard Ghayum, Guru Besar Universitas London mengatakan,
”Al Qur’an adalah kitab mendunia yang memiliki keistimewaan sastra yang tinggi, yang terjemahnya saja tidak bisa mewakili tingginya sastra aslinya. Karena lagunya berirama khusus, keindahannya mengagumkan, dan pengaruhnya yang luar bisa terhadap yang mendengarkan. Banyak kaum nashrani Arab yang terpengaruh gaya bahasa dan sastranya. Begitu juga kaum orientalis, banyak di antara mereka yang menerima Al Qur’an. Ketika dibacakan Al Qur’an, kami orang-orang Nashrani terpengaruh, laksana sihir yang menembus jiwa kami, kami merasakan ungakapnnya yang indah, hukumnya yang orisinil. Keistimewaan seperti ini yang menjadikan seseorang merasa terpuaskan, dan bahwa Al Qur’an tidak mungkin ada yang mampu menandinginya.”
Knett Grigh, Guru Besar Universitas Cambridge memberi kesaksian,
”Tidak akan mampu seseorang sepanjang empat belas abad yang lalu, sejak diturunkannya Al Qur'an sampai sekarang ini, yang mampu membuat seperti ayat Al Qur’an, satu ayat sekalipun. Karena Al Qur’an bukan kitab yang dikhususkan untuk zaman tertentu, bahkan Al Qur’an ini alami yang akan terus berlangusng sepanjang zaman. Meskipun dunia dan kehidupan ini berubah, namun setiap manusia memungkinkan menjadikan al Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Mengapa Al qur’an lebih unggul dan menjadi pedoman hidup manusia sepanjang masa? Karena Al qur’an mencakup hal-hal yang kecil maupun urusan yang besar. Tidak ada sesuatu yang tidak diatur oleh Al qur’an. Saya yakin, bahwa Al Qur’an mampu mempengaruhi orang Barat, dengan syarat, Al Qur’an dibacakan dengan bahasa aslinya, karena terjemahnya tidak mampu memberi pengaruh kejiwaan dan rohani, berbeda dengan bacaan aslinya yang menggetarkan jiwa, meluluhkan qalbu.” (it/ut)
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2008/04/500/ilmuwan-barat-berbicara-tentang-islam/#ixzz1cXR53lky
Minggu, 30 Oktober 2011
Tahukah Kamu ??
Al-Fatihah Bisa Dijadikan Penawar Racun
QS. al-Fatihah diakui punya banyak keistimewaan. Surat yang dijuluki sebagai Ummul Qur’an (induknya al-Qur’an) itu ternyata juga bermanfaat untuk urusan medis. Percaya tidak?? Hal ini terungkap lewat hadits yang diriwayatkan oleh Abu Syaikh, Abu Said al-Khudri, dan Abu Hurairah. Keduanya menceritakan bahwa Nabi pernah bersabda : “Fatihatul Kitab (yaitu surat al-Fatihah) itu merupakan Syifa’ (penyembuh) setiap racun.”
Berbuat Dosa Bisa Menghalangi Rezeki
Sering melakukan perbuatan dosa ternyata bisa membuat seseorang dadanya terasa sempit dan penuh dengan kesedihan, terhalang dari mendapat rezeki, lupa ilmu, dibenci semua makhluk, dan hubungan dengan Tuhannya menjadi renggang. Di samping itu, hati menjadi keras dan akan mendapat hukuman yang cukup berat di akhirat nanti. Demikian yang diutarakan Dr. ‘Aidh bin Abdullah al-Qarni dalam bukunya yang berjudul Jangan Melampaui Batas.
Ayat Tentang ‘Laut’ Lebih Banyak Dari Ayat ‘Darat’
Dr. Tariq al-Swaidan, dalam Astonishing Facts About Quran, menyebutkan bahwa kata ‘laut’ berjumlah 32, sementara jumlah ayat ‘darat’ hanya ada 13. Sehingga, ayat ‘darat’ dan ‘laut’ berjumlah 45. Jumlah ayat yang membicarakan ‘laut’ berarti 32/45x100% = 71,11%, sedangkan ayat dengan kata ‘darat’ sebanyak 13/45x100% = 28,88%. Nah, angka-angka itu ternyata sesuai dengan ilmu pengetahuan sains kebumian yang mencatat bahwa 71,11% bumi ini adalah lautan. Sedangkan daratan hanya ada 28,88%. Subhanallah ...
Banyak Makan Beresiko Sakit Jantung
Islam mengajarkan kesederhanaan. Bahkan, kaum sufi telah mengajarkan pada kita, “Makanlah setelah lapar, dan berhentilah sebelum kenyang.” Ajaran ini ternyata ada benarnya. Sebab, sebuah studi epidemiologi yang dilakukan Berenson GS di New York menyebutkan, bahwa makan berlebihan bisa mengakibatkan kegemukan. Kegemukan merupakan penyebab penyakit jantung. Penelitian juga menyebutkan bahwa kegemukan berkaitan dengan pola makan yang tak beraturan dan serakah.
Keuntungan Negeri Di Batas Dua Lautan
Negeri yang berada di batas dua lautan memperoleh banyak keuntungan daripada negeri yang hanya berbatasan dengan laut atau daratan saja. Dalam QS.ar-Rahman:19-22, QS.al-Furqan:53, dan QS.al-Fathir:12 disebutkan bahwa lokasi seperti ini merupakan tempat keluarnya karunia mutiara (al-lu’lu’)dan marjan serta tempat berlalunya sejumlah kapal. Misalnya saja Singapura. Negara ini telah berhasil mengambil manfaat dan mengeksploitasi kelebihan yang dimiliki negara lain.
Sekian dulu yaa postingannya, semoga bermanfaat
QS. al-Fatihah diakui punya banyak keistimewaan. Surat yang dijuluki sebagai Ummul Qur’an (induknya al-Qur’an) itu ternyata juga bermanfaat untuk urusan medis. Percaya tidak?? Hal ini terungkap lewat hadits yang diriwayatkan oleh Abu Syaikh, Abu Said al-Khudri, dan Abu Hurairah. Keduanya menceritakan bahwa Nabi pernah bersabda : “Fatihatul Kitab (yaitu surat al-Fatihah) itu merupakan Syifa’ (penyembuh) setiap racun.”
Berbuat Dosa Bisa Menghalangi Rezeki
Sering melakukan perbuatan dosa ternyata bisa membuat seseorang dadanya terasa sempit dan penuh dengan kesedihan, terhalang dari mendapat rezeki, lupa ilmu, dibenci semua makhluk, dan hubungan dengan Tuhannya menjadi renggang. Di samping itu, hati menjadi keras dan akan mendapat hukuman yang cukup berat di akhirat nanti. Demikian yang diutarakan Dr. ‘Aidh bin Abdullah al-Qarni dalam bukunya yang berjudul Jangan Melampaui Batas.
Ayat Tentang ‘Laut’ Lebih Banyak Dari Ayat ‘Darat’
Dr. Tariq al-Swaidan, dalam Astonishing Facts About Quran, menyebutkan bahwa kata ‘laut’ berjumlah 32, sementara jumlah ayat ‘darat’ hanya ada 13. Sehingga, ayat ‘darat’ dan ‘laut’ berjumlah 45. Jumlah ayat yang membicarakan ‘laut’ berarti 32/45x100% = 71,11%, sedangkan ayat dengan kata ‘darat’ sebanyak 13/45x100% = 28,88%. Nah, angka-angka itu ternyata sesuai dengan ilmu pengetahuan sains kebumian yang mencatat bahwa 71,11% bumi ini adalah lautan. Sedangkan daratan hanya ada 28,88%. Subhanallah ...
Banyak Makan Beresiko Sakit Jantung
Islam mengajarkan kesederhanaan. Bahkan, kaum sufi telah mengajarkan pada kita, “Makanlah setelah lapar, dan berhentilah sebelum kenyang.” Ajaran ini ternyata ada benarnya. Sebab, sebuah studi epidemiologi yang dilakukan Berenson GS di New York menyebutkan, bahwa makan berlebihan bisa mengakibatkan kegemukan. Kegemukan merupakan penyebab penyakit jantung. Penelitian juga menyebutkan bahwa kegemukan berkaitan dengan pola makan yang tak beraturan dan serakah.
Keuntungan Negeri Di Batas Dua Lautan
Negeri yang berada di batas dua lautan memperoleh banyak keuntungan daripada negeri yang hanya berbatasan dengan laut atau daratan saja. Dalam QS.ar-Rahman:19-22, QS.al-Furqan:53, dan QS.al-Fathir:12 disebutkan bahwa lokasi seperti ini merupakan tempat keluarnya karunia mutiara (al-lu’lu’)dan marjan serta tempat berlalunya sejumlah kapal. Misalnya saja Singapura. Negara ini telah berhasil mengambil manfaat dan mengeksploitasi kelebihan yang dimiliki negara lain.
Sekian dulu yaa postingannya, semoga bermanfaat
Rabu, 26 Oktober 2011
10 Fakta Menarik Tentang Islam
1. Nama “Muhammad” adalah nama yang paling populer di seluruh dunia, dan menempati urutan nomor dua di negara inggris untuk nama bayi laki-laki ( urutan pertama ditempati oleh nama ‘Jack’ )
2. Albania merupakan negara satu-satunya di benua Eropa yang 90% penduduknya beragama Islam
3. Kata-kata berikut ini diserap dari bahasa Arab : Algebra, Zero, Cotton, Sofa, Rice, Candy, Safron, Balcony, bahkan ‘Alcohol’ juga berasal dari bahasa Arab, Al-Kuhl, yang mempunyai arti bubuk
4. Beberapa ayat di dalam Al-Qur’an menggambarkan pentingnya persamaan hak antara pria dan wanita ( secara perhitungan matematik ). Kata “Pria” dan “Wanita” di dalam Al-Qur’an sama-sama berjumlah 24
2. Albania merupakan negara satu-satunya di benua Eropa yang 90% penduduknya beragama Islam
3. Kata-kata berikut ini diserap dari bahasa Arab : Algebra, Zero, Cotton, Sofa, Rice, Candy, Safron, Balcony, bahkan ‘Alcohol’ juga berasal dari bahasa Arab, Al-Kuhl, yang mempunyai arti bubuk
4. Beberapa ayat di dalam Al-Qur’an menggambarkan pentingnya persamaan hak antara pria dan wanita ( secara perhitungan matematik ). Kata “Pria” dan “Wanita” di dalam Al-Qur’an sama-sama berjumlah 24
Langganan:
Postingan (Atom)






